Senin, 12 Februari 2018

Sering Suntuk dan Nggak Mood Kerja? Wajib Baca Sampai Habis!

Dari mulai mengenal matematika, aku sudah akrab dengan yang namanya "kalkulator". Dulu mama, papa, dan guru di sekolah tidak memperbolehkan aku untuk menggunakan kalkulator dengan tujuan menghitung manual akan mengasah kemampuan berhitungku sampai akhirnya saat kuliah, penggunaan kalkulator dalam belajar bukan hal tabu dan malah dianjurkan. Saat baru masuk kuliah di teknik kimia dan dianjurkan untuk menggunakan kalkulator grafik dalam keseharian, saat itulah pertama kalinya aku tahu ada kalkulator yang bisa dipakai untuk mencatat, menghitung banyak data dengan tabel seperti cara Ms. Excel bekerja, sampai membuat grafik, mencari persamaan dan gradien dari grafik tersebut. W o w... Dulu sampai norak saking terkesimanya dengan kalkulator ini. Dan walaupun pricey, kalkulator Casio fx-9860GII SD ini sangat membantu sampai aku menamatkan perkuliahan.


Selesai kuliah, aku bekerja sebagai Procurement staff di perusahaan multi nasional dan tahu, nggak? Ternyata dalam pekerjaanku sekarang, kalkulator masih dipakai. Ya iyalah, namanya juga kerja sebagai purchaser. Untuk keperluan praktis, aku balik lagi menggunakan kalkulator biasa.


Pekerjaanku yang sekarang kebanyakan terdiri dari paper work, membalas puluhan email yang masuk setiap harinya, dan sesekali melakukan tender meeting dengan klien. Delapan jam setiap hari aku habiskan di belakang layar monitor dan terkadang terasa amat membosankan dan membuat mataku "pedes"

Oleh karena itu, ada beberapa hal yang aku lakukan di kantor untuk mengusir kebosanan dan boost my mood sehingga aku bisa bekerja lebih produktif. Aku sendiri berpendapat jika pekerjaan akan lebih maksimal jika dikerjakan dengan hati gembira dan on fire. Beberapa hal yang dapat membuat mood-ku oke lagi kala sedang suntuk:

1. Cemilan
Excessive sugar is dangerous for health but sugar in proper amount could boost my mood! Ada yang merasa seperti ini juga? Buatku setiap harinya, jam 3 atau 4 sore adalah jam kritis butuh cemilan. Untuk cemilan sehat, aku memilih buah seperti pisang yang mudah dimakan atau buah potong yang sudah disiapkan dari rumah. Sesekali kalau terburu-buru dan sibuk banget, sepotong kecil coklat atau permen coklat bisa dijadikan cemilan, kok.

2. Siapkan pen dan spidol warna-warni
Dari buku dan artikel yang aku baca, warna dapat meningkatkan memori sampai 80%. Selain manfaat tersebut, penggunaan alat tulis warna-warni juga buatku untuk mengusir kebosanan melihat tulisan monoton dengan pen hitam atau biru. Selain alat tulis, kubikelmu bisa juga dihias dengan quotes-quotes penyemangat yang bisa kamu cari di internet dan tempel disana, atau pakai barang-barang warna-warni misalnya map warna-warni atau kalkulator yang nggak cuma hitam, abu-abu, dan putih. Kalau dalam keseharianmu sering pakai kalkulator seperti aku, kamu bisa banget mengganti kalkulator lama dengan colorful calculator yang pilihan warnanya beragam dari pink, kuning, biru, orange, ungu sampai turquise. Kalkulator ini rata-rata dibandrol dengan harga di bawah 100 ribu saja.

Kalkulator imut nan colorful di atas bisa dibeli di e-commerce Matahari Mall (klik disini) dan bisa pakai promo code CASIOBLOGNO4984N saat akan bayar.

Seperti halnya gadget, kalkulator jadi barang yang tidak terpisahkan dalam keseharian kita. Meskipun sudah ada aplikasi kalkulator dalam setiap mobile phone, bahkan yang paling "jadul" sekalipun, kalkulator tetap dibutuhkan untuk dapat menghitung dengan cepat dan nyaman.

Kenyataan bahwa dari kecil aku nggak pernah pakai kalkulator lain selain Casio saking awet dan nyamannya (sampai kalkulator grafik yang mahalnya minta ampun pun merek Casio), aku bisa bilang kalau Casio My Style Calculator. Casio bagian dari gaya hidup cepat dan dinamis.

3. Do hobby
Buat orang yang bekerja freelance, melakukan hobi untuk refreshing sangat bisa dilakukan. Ya idealnya, sih hobi dan pekerjaanmu adalah hal yang sama *nyelip curhat*.Tapi pekerja kantoran 8 to 5 macam aku, bisa juga kok memanfaatkan waktu istirahat sekitar satu jam untuk refreshing melakukan hobi macam baca buku atau bikin doodles dengan spidol warna-warni.

Selain saran di atas, temanku pernah memberi saran seperti ini kalau kamu benar-benar suntuk, kurang inspirasi, dan mood-nya down banget.

"Take 10 minutes break. Or contemplate for 5 minutes about what to do and how to do."


Cara-cara di atas masih nggak bisa memperbaiki mood kamu dan kamu masih merasa super nggak produktif di kantor? Mungkin saatnya kamu mengikuti saran yang aku temukan di koran pembungkus kado waktu acara tukar kado di kantorku:

Sekian tips-tips ciamik dari aku untuk bantu hidup kamu lebih berwarna (salah satunya pakai kalkulator colorful ;p). Semoga bisa membantu kamu lebih produktif dan mengembalikan mood-mu dalam bekerja #CasioMyStyle.

Jumat, 19 Januari 2018

Innisfree Orchid Eye Cream

Udah lama aku merasa kalau berkaca, aku lihat bintik-bintik putih di bawah mata. Mungkin lebih tepat disebut bintil karena nggak cuma berupa white spot tapi timbul seperti telur ikan. Aku sendiri belum googling apalagi ke dokter kulit tanya itu apa. Nggak jelas juga itu aging sign atau apa, tapi yang jelas aku sangat terganggu. Bintik-bintik putih itu juga nggak bisa ditutupi dengan make up. Jadi aku mencari skin care buat mata yang dapat menyamarkan atau menghilangkan bintik-bintik ini. Dan karena sebelumnya sudah punya kesan baik terhadap Innisfree Orchid Cream-nya, aku berani mencoba Innisfree Orchid Eye Cream. Produk ini juga direkomendasikan oleh penjaga tokonya waktu aku cari serum untuk mata. Yap, actually at first I intended to find a serum for eye because I thought serum would work better than cream tapi sales girl-nya bilang dalam rangkaian Innisfree, cream bukan hanya digunakan setelah serum tapi bisa menggantikan serum.

Jadi ini bintik-bintik yang aku mention di awal.



Kalo di foto normal memang nggak terlalu jelas tapi kalau di-zoom dan selfie agak dekat, jelas banget bintik-bintiknya. Hal ini juga mengganggu waktu aku mengaplikasikan make up karena jadi agak cracked di bagian bawah mata.

So this product really saves me...

What it claims

Di web-nya, Innisfree menulis bahwa produk ini, "...membantu memperlambat penuaan dengan formula dari anggrek Jeju yang berfungsi untuk menguatkan sekaligus menghaluskan area mata yang tipis dan sensitif." Di kemasannya, klaim produk ini adalah dapat meresap ke dalam kulit dan memperbaiki dari dalam. Selain itu, krim mata ini mengandung ekstrak dari anggrek Jeju yang berfungsi sebagai antioksidan. Produk ini dapat mengurangi kerutan, menyamarkan garis-garis halus, dan meningkatkan elastisitas.

What I feel

I could say I found the difference on my skin on the first time. No lie. Tekstur kulitku lebih lembut sejak pemakaian pertama sampai sekarang sudah hampir dua minggu. Bintik-bintik putihnya juga agak berkurang terutama di bawah mata kanan. Wanginya enak, non greasy, dan kepekatannya sedang. Maksudnya tidak terlalu light alias encer seperti lotion tapi juga tidak terlalu rich macam Nivea creme. 

How to apply

Aku mengoleskan krim ini dua kali sehari setelah mandi dan sebelum pakai make up (kalau memang sedang ingin make-up an). Aku termasuk orang yang berpikir kalau kulit akan lebih baik jika pakai seminimal mungkin produk kecantikan apalagi saat sedang mengalami masalah kulit seperti bintik-bintik putih yang aku alami. Aku pakai jari manis untuk mengoleskan karena menurut studi yang aku baca, jari manis memberikan kekuatan yang lebih minim dibanding jari telunjuk dan kulit di area mata merupakan bagian kulit yang paling tipis (0,2 mm) jadi nggak butuh mengoleskan dengan usaha ekstra agar produk cepat menyerap.

Price and where to buy

Aku beli ini di gerai Innisfree di Paris Van Java, Bandung. Harganya IDR 380,000. Sangat worth it mengingat manfaat yang aku rasakan dalam waktu singkat. Aku nggak menyarankan untuk beli produk ini online (except on its official website) karena selain risiko produk palsu, kita nggak tahu bagaimana produk ini dikemas waktu shipping ke Indonesia kalau kamu belinya titip di online store yang klaim dia beli di Korea (and got cheaper price). Okay, you got better price tapi kalo shipping-nya asal-asalan, kemasannya penyok, dll, aku sih tetap nggak puas.

Other

Aku iseng mencari tahu apakah Innisfree melakukan animal testing. Aku nggak nemu di blog atau situs yang mengulas animal testing free products ataupun sebaliknya. Jadi daripada simpang siur, aku tanya di website-nya dan dapat jawaban seperti ini. Sebagai orang yang concern sama binatang, aku lega dan seneng banget Innisfree ternyata nggak mengorbankan binatang dalam memformulasikan produk-produknya.

Sabtu, 13 Januari 2018

Lima Bahasa Kasih

Rosalina Susanti dalam KEBloggingCollab membahas bahwa manusia sejatinya punya empat watak dasar yang terbagi menjadi melankolis, plagmatis, sanguinis, dan koleris. Masing-masing orang punya 2 watak (dominan dan kombinasi-hasil turunan dari orang tua) dan dengan memahami watak orang tersebut, niscaya kita lebih mengerti mengapa si A bertindak seperti ini, mengapa si B berlaku seperti itu. Melalui pemahaman keempat watak, Mbak Rosalina lebih mengenal dan toleran dengan sifat suaminya yang detailed dan ibaratnya punya SOP untuk segala sesuatu.
Sama halnya dengan watak, manusia juga punya bahasa kasih masing-masing. Ada satu buku yang membahas hal ini, judulnya The 5 Love Languages karangan Gary Chapman. Lima bahasa kasih yang biasa dikenal orang adalah gift giving, words of affirmation, physical touch, dan quality time. Mengetahui bahasa kasih sama halnya dengan mengetahui kecenderungan watak seseorang. Hal tersebut membuat kita melihat segala sesuatu dari sudut pandang mereka, bagaimana mereka berpikir, merasakan sesuatu, dan membuat kita lebih memahami orang tersebut. Mengetahui bahasa kasih seseorang membuat kita dapat mengasihi orang sebagaimana orang itu ingin dicintai. Tentu temanmu akan merasa senang mendapat hadiah namun jika love language-nya lebih dominan quality time, tentu dia akan lebih merasa penting dan dihargai jika kamu menyempatkan diri sesekali untuk catch up di coffee shop favorit kalian, bercerita dan mendengarkan cerita, tanpa sibuk sendiri main handphone.

Tidak mengetahui bahasa kasih antar pasangan juga dapat menyebabkan konflik. Hal pertama yang perlu disadari adalah bahwa bahasa kasih tiap orang-sedekat apapun kita dengan orang tersebut dan tidak peduli berapa banyak kemiripan kita dengan pasangan-pastilah berbeda. Mungkin kamu merasa cukup memberikan surprise dan hadiah-hadiah untuk mengungkapkan betapa kamu menyayangi pasanganmu karena kamu merasa disayang dan diperhatikan jika orang memberimu hadiah. Dan karena ada phrase yang bunyinya "Perlakukan orang lain sebagaimana kamu ingin diperlakukan." maka kamu shower pasanganmu dengan bermacam-macam hadiah, padahal... love language-nya adalah physical touch. Dia akan merasa disayang sesimpel jika kamu kiss her/him goodnight, merangkul, dan memeluknya. Mungkin phrase yang lebih tepat adalah "perlakukan orang sebagaimana mereka ingin diperlakukan."

5 love languages ini akuratnya diketahui dari psychological test yang dilakukan oleh psikolog tapi banyak test yang bersileweran di dunia maya mengenai love languages yang bisa diisi gratis di internet, salah satunya  The 5 Love Languages Test . Selain itu, kamu juga bisa membaca The 5 Love Languages karangan Gary Chapman untuk bisa mengerti dan mengasihi tidak hanya pasangan, tapi juga orang tua, teman kerja, dan anak sebagaimana mereka ingin dikasihi. 

Selasa, 28 November 2017

Dog's Cake Recipe



My dog just finished a wide pan shape of her dog's cake. I am proudly say that she liked it to bit. Days ago, I decided to make special cake for my dog for the first time in her 9 nine years of life. So I googled "dogs cake recipe" and here what I found:

I followed the recipe I found on the top. Here is the ingredients and how-to-step:(source: http://www.geniuskitchen.com/recipe/doggie-birthday-cake-for-dogs-469831).
The ingredients:

  • 1 egg
  • 1/4 cup peanut butter
  • 1/4 cup cooking oil
(I substituted it with margarine)

  • 1 teaspoon vanilla extract
  • 1/3 cup honey (optional)
Fyi, I added honey for extra nutrition and taste since there was no sugar added.
  • 1 cup carrot, shredded
  • 1 cup whole wheat flour (preferred) or 1 cup white flour (alternate)
  • 1 teaspoon baking soda
And this is the steps of how to make this dog's cake:
"Preheat oven to 350 degrees F (175 degrees C).
  1. Grease a 6 cup ring mold.
  2. Combine the egg, peanut butter, oil, vanilla, and honey, if desired, in a large bowl; blend well.
  3. Stir in the carrots and mix thoroughly.
  4. Sift together the flour and baking soda and fold into the carrot mixture.
  5. Spoon cake batter into prepared pan.
Bake in preheated oven for 40 minutes.
(Fyi, I baked it for 25 minutes only because I used manual oven and I could not adjust the temperature)
  1. Let cake cool in pan for 10 minutes; then turn out onto a wire rack to cool completely."
Bahasa Indonesia version of recipe:
Bahan-bahan untuk membuat kue:
  • 1 telur
  • 1/4 cup selai kacang
  • 1/4 cup minyak goreng
(saya menggantinya dengan margarin)
  • 1 sendok teh ekstrak vanilla
  • 1/3 cup madu (tidak wajib)
Fyi, saya menambahkan madu untuk nutrisi tambahan dan menambah rasa karena resep ini tidak menggunakan gula sebagai pemanis.
  • 1 cup wortel, diparut
  • 1 cup tepung terigu
  • 1 sendok teh baking soda
Cara membuat resep ini:
1. Panaskan oven sampai 350 derajat Fahrenheit atau 175 derajat celcius.
2. Olesi cetakan
3. Campurkan telur, selai kacang, minyak, vanilla, dan madu (jika diinginkan) ke dalam mangkuk besar ; aduk sampai rata
4. Campurkan ke wortel dan aduk rata
5. Ayak tepung dan baking soda, kemudian masukkan ke campuran wortel
6. Masukkan adonan kue ke cetakan
7. Panggang selama 40 menit
(Fyi, saya memanggangnya hanya selama 25 menit karena memakai oven manual dan tidak bisa mengatur suhu)
8. Setelah matang, biarkan cetakan selama 10 menit lalu pindahkan ke wadah lain agar dingin seluruhnya


Yang di bawah itu pantat kuenya






Galau Olahraga Sendiri atau Nge-Gym?

Kamu udah ada momentum untuk mulai hidup lebih sehat dengan olahraga teratur. Pertanyaan berikutnya adalah, perlu membership di gym atau cukup olahraga sendiri aja ya?

Aku bahas keduanya ya, plus minus olahraga sendiri dan di gym karena aku uda menjalani keduanya. Beberapa tahun lalu sampai pertengahan tahun ini aku olahraga sendiri. Olahraga yang aku lakukan sebatas lari sambil ajak anjing keliling komplek, pilates, dan workout ngikutin video dari Youtube.

Plus dari home workout:


1. Hemat uang
Modalnya cuma internet untuk buka Youtube. That's it karena aku juga nggak pakai matras. Sebaiknya untuk kamu yang memilih home workout, jangan lupa sediakan matras ya untuk gerakan-gerakan terutama yoga yang mengharuskan telentang dan sejenisnya. Bahaya sekali punggung menyentuh lantai yang dingin apalagi tubuh dalam kondisi berkeringat. Maka dari itu akhirnya aku memutuskan untuk beli yoga mat.

2. Waktu fleksibel
Home workout jelas lebih fleksibel dalam hal waktu karena kita sendiri yang menyesuaikan dengan schedule dan  memutuskan kapan akan berolah raga. Mau siang atau sore bebas sedangkan kalau di gym terbatas dengan waktu buka dan tutup gym dan kalau ingin ikut kelas, mengikuti jadwal kelas tersebut. 

Minus dari home workout:

1. Making excuse
Karena kita tidak membayar iuran setiap bulan di tempat gym dan tidak ada instruktur maupun jadwal kelas yang mengatur schedule olahraga kita, seringkali banyak alasan yang terkesan dibuat-buat untuk tidak olahraga dulu padahal sempat.

2. Kurang semangat
Well, kalau kamu termasuk orang yang terbiasa mengerjakan apa-apa sendiri, olahraga seorang diri mungkin bukan masalah apalagi jika kamu stick to the schedule. Tapi ada orang yang semangat olahraga jika dilakukan bareng sahabat atau bareng orang segambreng.

3. Limited space
Rumahku nggak ada halaman belakang dan tentunya nggak mungkin aku berolah raga di garasi depan karena selain kotor dan panas, tempatnya juga sempit. Kalau kamu punya rumah yang halamannya luas, boleh, tuh kamu jajal olahraga di tempat terbuka untuk ventilasi udara. Buat yang tinggal di perumahan dengan rumah sepetak kaya aku, ventilasi dan space terbatas sekali.

Sekarang kita bahas plus minus jika olah raga dilakukan di gym ya. Berdasarkan pengalamanku, manfaat yang aku dapatkan adalah:

1. Space
Rumahku nggak besar dan aku nggak punya halaman belakang yang cukup hijau dan bersih jadi olahraga di rumah tidak memungkinkan. Kalaupun sesekali kulakukan, itu di ruang tamu yang sirkulasi udaranya kurang dan sempit. Yang bisa kulakukan pun terbatas, hanya sekadar HIIT Exercise dan basic yoga.
Di tempat gym, aku lebih bebas bergerak karena tempatnya jelas lebih luas.

2. Equipment
Ada banyak alat yang tersedia di sana, contoh paling umumnya adalah treadmill. Banyak alat untuk melatih otot kaki, tangan, dan perut. Selain instrument, tentunya ada plate, barble, rope, dan masih banyak lagi (saking nggak tau nyebutnya apa).  Semua itu bisa dipakai dengan gratis setiap hari selama jam buka gym dengan bayar iuran membership di gym.

3. Instruktur
Aku sendiri tidak pakai personal trainer. Setiap member baru di gym-ku hanya diberikan one day PT yang artinya berlatih bersama personal trainer selama satu hari. Dalam waktu tersebut, kita bisa minta diajarkan pemanasan yang benar, basic training, work out, sampai cooling down agar tidak salah otot.

4. Sauna and hot water
Sauna berguna untuk memperlancar aliran darah. Peredaran darah yang tidak lancar menyebabkan kulit jadi bermasalah. Semenjak rajin olahraga, yang aku rasakan jerawatku membaik, as written on Hallosehat, "Aliran darah yang terhambat juga dapat menyebabkan kulit wajah berjerawat. Penumpukan kulit mati dan minyak yang menyebabkan jerawat dapat terjadi ketika sirkulasi darah anda berjalan tidak lancar."

Kalo minusnya atau hal yang benar-benar jadi pertimbangan buatku adalah:

1. Biaya membership bulanan
I will be frank to you. Kalau aku belum kerja, aku nggak bakalan daftar membership di gym karena olahraga masih bisa diusahakan di rumah, so I will not use my parents' money for that. Tapi kalau kamu merasa uang 300-500 an masih ter-cover dan kamu termasuk orang yang susah komitmen, gym is the best choice!

2. Lokasi
Pastikan lokasi gym dekat dengan rumah atau tempat kerjamu karena itu bakal memudahkan kamu dan menghindari kamu dari procrastination atau making excuse. Jatomi Fitness, tempat gym-ku berlokasi di Mall Tangerang City, tidak jauh dari rumah. Coba bayangkan jika tempat gym jauh dan weekend yang identik dengan leha-leha ingin kamu isi dengan berolah raga, pastinya lebih enak jika gym dekat rumah, kan? Jadi tinggal 'ngesot'.

3. Fasilitas
Sebelum mendaftar, cek dulu ke lokasi kelas-kelas yang tersedia di gym tersebut dan peralatannya. Jika kamu sangat concern dengan kebersihan dan kesehatan, jangan lupa mampir ke toilet dan bilik mandinya. Jangan sampai kamu menginvestasikan uang membership untuk fasilitas yang setengah-setengah. 

My mum is running on treadmill

RPM Class

4. Instruktur
Kalau kamu ingin ikut program, misal penurunan berat badan atau membentuk otot, make sure the instructors are friendly. Hire personal trainer artinya kamu akan ketemu orang yang sama dalam beberapa kali kesempatan. Tentu akan lebih enak kalau orangnya ramah, dan lebih baik lagi nyambung atau klik sama kamu. Aku sendiri tidak pakai personal trainer karena buat aku cari info di internet khususnya Youtube dan bertanya sesekali dengan instructor-nya sudah cukup. Oiya, buat yang newbie nggak usah takut karena di gym ada instructor berpengalaman yang bertugas jaga. 
Step, salah satu alat berjejer rapi di rak


Ada kelas apa aja, sih di gym?
Tiap gym mungkin akan berbeda sedikit satu sama lain. Contohnya ketika aku minggu lalu meet up sama temenku yang baru pulang dari Aussie, dia cerita bahwa di gym-nya ada Tabata sedangkan di Jatomi nggak ada. Di Jatomi ada 3 studio: Mind, Body, and Energy Studio. Dan di ketiga studio tersebut pada jam-jam tertentu ada kelas:
  • Yoga
  • Pilates
  • RPM
  • Hip Hop
  • Body Combat
  • Body Pump
  • Zumba
  • Sh'bam
  • Fit Girl
Yoga Class (aslinya studio tidak sesempit ini namun karena renovasi, ada bagian yang ditutup dengan triplex putih)


Body Studio

Semoga pengalamanku membantu, ya. Jangan kelamaan galau mau membership atau nggak dan kalau kamu punya uang saku lebih, nggak ada salahnya menginvestasikan 300-500 ribuan untuk kesehatan.