Ngekos

Tahun Agustus sebentar lagi datang. Tahun ajaran baru pun dimulai. Setiap tahunnya bulan ini selalu mengingatkanku akan salah satu keputusan terberat dan terpenting yang pernah kuambil dalam hidup: Mau kuliah di mana? Jurusan apa? Siapkah jauh dari rumah?
Tiga tahun lalu pilihanku sama-sama jauh dari rumah: Bandung atau Yogya.

Aku tak terpikirkan judul lain yang lebih pantas daripada Ngekos. Ya, simpel. Tidak perlulah judul yang aneh-aneh untuk sekadar menjadikan tulisan ini lebih kelihatan keren.
Aku, seperti kebanyakan orang tentulah memilih dahulu ingin belajar apa dan dimana. Teknik Kimia. Itulah jurusan yang sudah kuincar semenjak masuk SMA. Duduk di kelas tiga, muncul lagi pertanyaan lanjutan, dimana?
Singkat cerita aku diterima di Universitas Katolik Parahyangan, Bandung. Resmilah aku menjadi mahasiswi jurusan teknik kimia. Dengan semangat anak baru yang menggebu-gebu, aku packing semua barang termasuk baju, alat tulis, dan keperluan lain untuk memasuki fasa baru dalam hidupku. Untuk pertama kalinya aku tinggal jauh dari mama-papa, adikku, dan Moly.
Jadi anak kos jelas mengajarkanku kemandirian. Banyak keahlian yang tidak diajarkan di bangku sekolah yang mesti kupelajari sendiri, mencari tahu sendiri. Lebih dari itu, menjadi anak kos, tinggal di lingkungan dengan orang-orang baru membuatku harus cepat-cepat beradaptasi dan membangun lingkaran pergaulan baru.
Kesepian pasti ada. Apalagi jika melihat keakraban di sekeliling kita. Aku memang termasuk lambat dalam beradaptasi, dulu. Rasa sedih dan kangen rumah menggelayut dan akhirnya sedikit berimbas pada studiku.
Jadi akhirnya, menjadi anak kos adalah tentang mendewasakan diri menurutku. Aku hanya seorang diri di sini, hanya ditemani doa dan harapan orang tuaku yang ada di sudut-sudut kamar, di setiap halaman buku yang kupelajari, di ruang kelas, dan dimana pun aku berada. Ia mengingatkanku akan tanggung jawab yang ada padaku, yang mesti kupertanggungjawabkan kelak. Jadi siapa bilang jadi anak kos itu hidup sebebas-bebasnya?

Aku tak pernah mengurus ganti galon air waktu masih tinggal di rumah. Di sini aku menyisihkan uang untuk beli air galon dan memesannya sendiri.
Aku memasak sayur kangkung sendiri.
Aku mencuci pakaian dan alat makan.
Aku memutar otak mencari tempat makan murah yang bersih dan sehat daripada harus makan mie instan ketika uang menipis dan belum dapat kiriman.
Aku mencari uang tambahan lewat kompetisi lomba.
Aku sebetulnya sedang mematangkan diriku sendiri ketika kulakukan semuanya itu.

So some words for you who just graduated. Anyway first lemme congrats  and give you warm welcome. Kamu mungkin diterima di dua atau lebih perguruan tinggi, mungkin salah satunya mengharuskan kamu untuk ngekos. Jangan takut. Ini salah satu cara keluar dari zona nyaman dan seperti banyak orang bilang, ketika kamu keluar dari zona nyaman, kamu sebenarnya lagi menyambut suksesmu.
Bandung, 30 Juli 2015
9.58 pm

Nia