According to His Plan

Seorang Pastor di gereja pernah menceritakan tentang anak perempuan kecilnya. Namanya Ella. Setiap minggu Pastor ini mengajak Ella untuk berkeliling, pergi berdua saja. Namun suatu kali, Ella ngotot menjadi penunjuk arah padahal dia tidak tahu sama sekali daerah yang dituju.



Baru saja saya memandikan anjing saya, Moly. Tentu saja dia dimandikan agar tidak sakit kulit dan bau. Tapi seperti kebanyakan anjing yang takut air, Moly berlarian kesana kemari menjauhi air. Moly ngga tau bahwa tujuan saya baik.




Kadang ketidaktahuan membuat kita berakhir di tempat yang salah. Kalaupun akhirnya sampai tujuan, pasti membutuhkan waktu yang lebih lama daripada jika kita menurut saya dari awal. Memandikan Moly cukup memakan waktu tadi. Kalau saja Moly punya pengertian pasti akan lebih cepat.




Ketidaktahuan. Ngotot. Sok tahu.

Semua pasti pernah mengalaminya. Saya... sering.
Dan ujungnya pasti selalu menyesal. Menyesal karena ngga taat walaupun saya tahu yang benar untuk dilakukan.
Menyesal karena akhirnya saya sakit hati.



Jadi sekarang saya membiasakan diri untuk taat. No, I have not been fully obedience but I always try. I try so hard to walk and follow His willing.

Dan sekali dua kali ketika saya menanyakan dahulu mau-nya Dia, saya selalu mendarat di tempat yang benar, dimana tidak ada penyesalan. I was quite happy and had peace within myself.