Prioritas dan Kerelaan untuk Melepas

Tadi siang saya ditelepon oleh salah satu karyawan brand skin care terkemuka (belum bisa sebut merek ;p) yang mengadakan event pengembangan diri untuk remaja putri dimana pembicaranya adalah MC, presenter sekaligus penyiar radio idola saya. Kebetulan saya sudah lama ingin melatih public speaking saya plus acaranya berupa karantina di puncak.
And I was chosen.
Saya girang bukan main. Tapiiii.....
Karantina yang akan berlangsung selama seminggu itu bertepatan dengan jadwal lab LTK saya. Duh sedih bukan main. Tapi dari kejadian ini saya belajar kerelaan untuk melepas sebuah kesempatan emas demi tanggung jawab yang harus saya emban. Saya harus komitmen. Saya pernah bilang sebelum semester lima ini berjalan bahwa saya akan memprioritaskan pendidikan. Dan inilah harga yang harus saya bayar.
Menyesal? Well ternyata tidak. Sedih iya tapi saya percaya akan kesempatan kedua. When one door closed, another opened. Saya cuma harus cepat bangkit lagi dan mencari peluang. Siapa tahu ada kegiatan serupa yang tidak mengganggu kegiatan kuliah hehehe ;p