Dreams Come True #Cgoty2015

Aku jarang beli majalah kecuali sedang liburan dan butuh bahan bacaan baik itu dalam bentuk fisik atau e-book. Biasanya sesekali aku hanya mampir di beberapa website majalah remaja untuk update seputar musik, film, gosip seputar artis, info kecantikan, dan lain-lain.
Tapi bulan Agustus kemarin aku beli majalah Cosmogirl dan ternyata di dalamnya ada info soal Cosmogirl of The Year!
Aku suka mencoba hal baru jadi ... aku daftar! Hahaha. Walaupun ga ada potongan model alias ga tinggi dan ga kurus, aku coba aja daftar.
Jadi prosesnya dibilang cukup gampang dan standar pemilihan model majalah-majalah lain. Kamu cuma perlu foto close-up tampak depan, tampak samping, dan seluruh badan. Selain itu pendaftar juga diharuskan menyertakan tulisan mengenai kepercayaan diri yang pernah atau akan dilakukan untuk mewujudkan mimpi. Setelah semua beres, aku kirim via pos formulir pendaftaran beserta semua berkasnya. Ada tiga pilihan untuk mendaftar yaitu lewat pos, website, dan instagram tapi aku lebih nyaman untuk kirim berkas pendaftaranku dalam bentuk fisik.
Formulir via cosmogirl.co.id
Sekitar satu minggu setelah batas akhir pendaftaran selesai, aku mendapat telepon pukul 7 malam yang menyatakan bahwa aku terpilih sebagai semifinalis. Beberapa hari kemudian ada email resmi yang dikirim pihak CG!

Totalnya ada dua puluh orang semifinalis. Kami semua diminta untuk datang ke kantor Cosmogirl! yang berlokasi di Jakarta Selatan untuk sesi foto dan interview.
Nah, waktu aku googling untuk mempersiapkan diri audisi, aku cuma menemukan postingan Tata Zhang soal serba-serbi Cgoty mulai dari dia audisi sampai hari-hari setelah crowning night. Maka dari itu, aku mau cerita sedikit soal hari audisi yang genting itu.
Aku diminta datang pukul 8 di Kantor Cosmogirl! Setelah itu semua semifinalis diminta mengisi beberapa lembar kertas yang berisi pertanyaan seputar kegiatan, hobi, panutan, dan lain sebagainya yang nantinya akan jadi bahan pertanyaan lebih lanjut oleh para juri yang jumlahnya tiga orang setelah sesi foto. Setelah mengisi semua, aku dibawa ke ruang make-up dan dipoles natural untuk difoto sama seperti aplikasiku, tampak depan, samping, dan seluruh badan. Setelah itu adalah tahap yang paling mendebarkan buatku yaitu ketemu tiga juri. Pertanyaan buat tiap orang beda-beda tapi bedanya nggak terlalu jauh. Ada juga pertanyaan sama yang ditanyakan ke semua semifinalis yaitu bersedia nggak kalau rambutnya dipotong. Intinya dimake-over. Selain itu kami semua diminta catwalk. Well jangan tanya gimana aku jalan. Aku nggak pernah modelling sebelumnya. Kegiatanku di dunia modelling seingat aku sebatas jadi model Gadis (bukan Gadis Sampul loh ya) dan Aneka Yes! Jurinya nanya, "Gimana menurut kamu jalan kamu?" Ya aku jawab jujur, "Kaku, kaya robot!" :(
Setelah itu sekitar pukul 12 selesai sudah audisiku.
Sekitar seminggu lebih, aku ditelpon oleh pihak Cosmogirl! bahwa aku dinyatakan jadi finalis Cgoty tahun ini. Asli kaget karena waktu ngobrol-ngobrol sama sesama semifinalis, ada yang sudah beberapa kali jalan di catwalk, jadi semifinalis Gadis, semifinalis Gogirl. Selain itu juga tinggi-tinggi, stylish, dan cantik-cantik banget.
Tapi akhirnya aku menemukan jalannya.

Kalau ditanya kenapa mau ikutan beginian? Selain suka mencoba hal baru, aku memang dari dulu pengen ikut Cgoty bukan sekadar model search yang diadakan majalah-majalah sejenis CG! Kenapa Cosmogirl!? Karena bangga aja, finalis tahun-tahun sebelumnya selain cantik, pinter, aktif, juga bertalenta banget. Kak Alanda, yang ikutan proyek nulis buku bareng aku di Pertama Kalinya! adalah finalis yang paling aku kagumi. Dia pendiri IYC, wadah anak muda untuk berkumpul dan ikut workshop tentang politik, seni budaya, dan lain-lain-juga menyuarakan suaranya dan berkontribusi positif untuk bangsa. Dia juga sebentar lagi mau nikah (oke skip udah mulai keluar topik). Ada Kak Jeannifer Suryajaya yang dapet beasiswa sekolah di Singapore sejak SMA dan pernah kerja di JP Morgan, New York. Selain itu ada Kak Inda Endaliani yang punya pengalaman di bidang modelling dan sebagai pembaca berita tapi di saat yang sama jadi delegasi Indonesia di konferensi internasional, dan banyak lagi alumni yang bisa banget jadi panutan untuk cewek-cewek Indonesia. Aku pengen banget bisa terkenal karena kupikir menjadi terkenal berarti isu-isu yang aku suarakan bisa bikin orang "noleh" dan mendengar. Syukur-syukur bisa mulai peduli juga. Oh ya, saat karantina peserta dibekali kelas public speaking. Yang aku tahu, kelas semacam ini mahal banget jadi ya bersyukur banget bisa ikut gratis selain masuk majalah dan dapat banyak produk sponsor. Hihihi
Umurku 21 tahun dan itu adalah batas umur seseorang bisa daftar Cgoty (beda-beda tiap majalah) dan aku tahu banyak temenku yang pengen ikutan beginian tapi gagal terus padahal sudah daftar berulang kali. Well mungkin hanya segelintir yang sekali daftar langsung diterima. Aku bilang, "Coba terus!" biar ga penasaran hehehe dan jangan cuma coba ke satu majalah sih. Biarpun tetap ada peluang kamu ga mendarat di dunia model, aku pribadi yakin persistensi tetap akan ngarahin kamu ketemu sama bakat sesungguhnya. Hehehe
Satu tips lagi, jangan hanya fokus sama even seperti ini. Perlengkapi diri juga dengan ikut kegiatan dan asah talentamu biar nanti jadi poin plus buat juri juga. Aku percaya sih kalau kamu niat banget (mungkin lebih dari aku ya yang hanya setengah coba-coba), kamu akan ketemu juga jalannya.

Aku bakal nulis lagi apa yang terjadi pas karantina dan crowning night-nya jadi tungguin ya.