Sabtu Bersama Bapak

Poster film Sabtu Bersama Bapak
sumber: movie.co.id
Buku Sabtu Bersama Bapak
sumber: goodreads.com

Ini adalah film Indonesia kedua yang gua tonton akhir-akhir ini setelah Ada Apa dengan Cinta 2. Film ini hampir sesuai dengan ekspektasi gua dari bukunya. Well, I must say the best actor is Dave Mahendra. He's even better than Acha. Gua selalu suka sama film-filmnya Acha karena aktingnya 'masuk' banget ke karakter yet at the same time sangat sangat natural. Tapi di film ini, Dave--yang memerankan Cakra, anak kedua Ibu Itje--lebih total bermain peran. Anyway, mungkin bagi dia nggak susah memerankan Cakra karena karakternya mirip banget sama Bastian di sitkom Tetangga Masa Gitu.
Film ini alurnya maju-mundur. Ada dua situasi terpisah: Satya dengan keluarganya di Paris dan Cakra dengan usahanya mencari jodoh di Jakarta. Benang merah keduanya adalah dua-duanya mencoba untuk menunaikan pesan bapak, yang mereka tonton setiap hari Sabtu.
Film ini adalah film keluarga tapi gua pribadi pengen banget nyeret pacar buat nonton Sabtu Bersama Bapak karena banyak banget pesan moral dari Si Bapak. Pesan-pesan dari bukunya sayangnya nggak semua bisa masuk di film tapi overall film ini sudah cukup merepresentasikan bukunya.
Beberapa di antaranya adalah:
sumber: salsabilaa.tumblr.com
sumber: luthfitriana.tumblr.com
sumber: selasar.com
Gambar terakhir yang paling membekas buat gua. Sebelumnya sempat salah konsep dengan "saling mengisi" dan "pasti manusia mempunyai kekurangan yang harus pasangannya isi". Ternyata menjadi kuat adalah tanggung jawab masing-masing, bukan sesuatu yang harus kita tuntut dari pasangan.