Student Friendly Place for Studying, Surfing, and Hanging-out


Kamu biasa mengerjakan tugas dimana sih? Buat mahasiswa di kampusku, pasti salah satu jawabannya adalah perpustakaan soalnya internetnya kenceng banget dan atmosfirnya mendukung untuk belajar. Buat aku, selain perpustakaan, jawabannya adalah kamar kos. Yap, buat anak rantauan, kamar kos itu the best, deh. Rumah kedua, tempat bebas ngapa-ngapain, bebas nggak mandi, bebas kentut sekenceng-kencengnya, pokoknya mau ngapain aja terserah, deh. Di kamar kos juga biasanya aku belajar sambil mendengarkan musik, mulai dari duduk tenang di depan meja belajar sampai selonjoran di tempat tidur.
Tapiii... belajar atau mengerjakan tugas di kamar kos banyak godaannya, nih. Buat aku sih godaan terbesarnya adalah bobo. Lol.
Makanya untuk tugas akhir merancang pabrik, aku dan teman-teman lebih suka nongkrong di luar, biar ga jenuh dan engga ada excuse untuk procrastination juga. Tempat makan yang kita pilih pastinya harus memenuhi dua hal ini: wifinya kenceng dan makanannya murah karena bayangin kita bakal nongkrong lebih dari dua jam dan kemungkinan perut keroncongan-apalagi sambil belajar-lebih besar. Kemarin aku dan teman-teman nugas di Warunk Upnormal, Dipati Ukur. Mungkin udah banyak orang yang mengulas Warunk Upnormal sebagai tempat hang-out dan aku sendiri juga uda berulang kali ke tempat itu, entah yang di Dipati Ukur, Cihampelas Walk, atau yang lokasinya di Jalan Cihampelas sebelah travel X-trans. Jadi postingan kali ini mau mengulas kenapa Warunk Upnormal cocok dijadikan "basecamp" mahasiswa buat nugas karena waktu Sabtu kemarin, aku lihat banyak juga yang belajar bareng atau ngerjain TA-nya disana.

Kelompok pecinta mie garis keras adalah mahasiswa

Yailah, mie itu adalah penolong di saat tanggal tua. Entah kenapa walaupun tergolong salah satu produk fast consumer goods, mie instan nggak ada matinya dari jaman emak bapak masih muda sampai sekarang. Di Upnormal, pilihan mie-nya beragam, mulai dari yang standar mie rebus atau mie goreng dengan beragam topping sampai olahan mie dengan ciri khas daerah-daerah di Indonesia seperti Indomie roa ala Manado dan Indomie rebus khas Medan dengan rasa jeruk nipis segar. Varian Indomie kekinian lain yang tersedia di tempat ini antara lain:
  • Indomie Upnormal, mie gurih yang dibalut kuah keju. Aku sih belum pernah mencoba varian yang ini karena aneh aja gitu mikirnya makan mie creamy-creamy tapi buat pecinta keju dan susu kaya Gebi, temenku, mie ini pasti favorit banget. Gebi aja kalau ke Upnormal pesannya ini terus, ga ganti-ganti. 
  • Indomie Saus Telur Asin (favoritku), bisa pilih mau mie rebus atau goreng. Kalau aku sih selalu pesan mie goreng. Pokoknya sedaaap, deh makan mie goreng sama saus telur asin gitu.
  • Mie Tek-tek, mengingatkan kita akan mie tektek yang sering lewat depan rumah kalo malam
  • Indomie Goreng Sambal Matah yang segar
  • Indomie Chilli Beef. Aku juga pernah mencoba yang ini, cocok untuk yang suka pedas dan daging sapinya ga pelit! Seriously, dagingnya dipotong dadu, melimpah banget.
  • Indomie Sadis Mampus, untuk penyuka cabe garis keras
  • Indomie Gokil, untuk penyuka kikil dan rempah cabe hijau
  • Indomie Healthy Green, yang bertabur sayuran hijau
  • Indomie Jengkol Cakrawala, buat si penyuka jengkol dan spicy food
  • Indomie Goreng Tongkol Balado, paduan mie instan dan ikan tongkol yang kaya gizi
  • Pizza Indomie, yummy dan crispy dengan balutan telur dan smoked beef
  • dan masih banyak lagi.


Toast-nya juga nggak kalah enak, loh. Yang aku pernah coba adalah toast dengan kornet dan keju. Toast-nya wangi butter, menggugah selera. Hansel, temenku pesan toast dengan olesan butter. Wangi butter-nya double, seemed legit.
Makanan lain yang dijual disini antara lain varian nasi. Ada nasi sosis original, nasi sosis blackpepper, nasi kambing muda, nasi ayam penyet, nasi ikan tongkol, nasi double telor ceplok, nasi goreng bawang merah, dan masih banyak lagi variannya. Sekarang kan lagi nge-tren dessert-dessert macam buah potong yang disajikan dalam mangkuk, lengkap dengan agar, jelly, bubble, atau greentea powder. Upnormal juga nggak mau ketinggalan menjawab kegemaran anak muda sekarang. Favoritku: alpukat kerok dengan milo bubuk!

Harga makanan dan minuman pas di kantong pelajar

Semua makanannya dibandrol dengan harga di bawah Rp 40.000,00 bahkan untuk semua varian mie alias makanan andalan di tempat ini, harganya di bawah Rp 20.000,00. Kalau pakai topping tentu ada biaya tambahan. Yang dimaksud pas disini adalah nggak bisa dibilang murah banget, tapi nggak mahal juga. Kalau diukur dari harga Indomie yang satunya Rp 2.000,00-Rp 3.000,00 terasa mahal, tapi datang ke Warunk Upnormal kan juga membeli suasana, dan tentunya Wifi-nya yang lumayan kencang disana.

Games

Jujur, selain Sunny Side Up, aku ngga pernah ke cafe atau restoran yang menyediakan games. Padahal asik banget kan nunggu makanan atau sekadar istirahat dari penatnya nugas dengan main games. Di Upnormal, games yang tersedia beragam, mulai dari kartu, monopoli, Uno, ottelo, sampai catur. Selain sebagai hiburan, main games bareng sama geng kamu juga menambah keakraban, kan?

Wifi

Di jaman milenial kaya sekarang, orang udah tergantung banget sama internet. Internet itu segalanya, mulai dari cari informasi, berhubungan sama orang, sampai lagi-lagi hiburan. Menurutku, cafe young-people-segmented haruslah menomorsatukan hal ini.

Cozy

Tempat nongkrong apalagi tempat belajar harus dibuat senyaman mungkin. Dari segi udara, nggak boleh terlalu panas, nggak juga terlalu dingin. Dari segi pencahayaan juga sama, harus cukup terang agar tidak membuat sakit mata tapi jangan sampai terlalu menyilaukan. Ini juga telah dipenuhi oleh Warunk Upnormal. Di tempat ini juga tersedia sofa di beberapa sudut spot. Selain itu, colokannya nggak terhitung. Even colokannya sudah banyak, Warunk Upnormal menyediakan terminal agar kamu dan teman-temanmu bisa sharing charging gadget kalian. Nggak akan pernah terjadi kamu ke sana tapi nggak kebagian colokan buat charging hp atau laptop.
Spot sharing table di Warunk Upnormal, Dipati Ukur