Galau Olahraga Sendiri atau Nge-Gym?

Kamu udah ada momentum untuk mulai hidup lebih sehat dengan olahraga teratur. Pertanyaan berikutnya adalah, perlu membership di gym atau cukup olahraga sendiri aja ya?

Aku bahas keduanya ya, plus minus olahraga sendiri dan di gym karena aku uda menjalani keduanya. Beberapa tahun lalu sampai pertengahan tahun ini aku olahraga sendiri. Olahraga yang aku lakukan sebatas lari sambil ajak anjing keliling komplek, pilates, dan workout ngikutin video dari Youtube.

Plus dari home workout:


1. Hemat uang
Modalnya cuma internet untuk buka Youtube. That's it karena aku juga nggak pakai matras. Sebaiknya untuk kamu yang memilih home workout, jangan lupa sediakan matras ya untuk gerakan-gerakan terutama yoga yang mengharuskan telentang dan sejenisnya. Bahaya sekali punggung menyentuh lantai yang dingin apalagi tubuh dalam kondisi berkeringat. Maka dari itu akhirnya aku memutuskan untuk beli yoga mat.

2. Waktu fleksibel
Home workout jelas lebih fleksibel dalam hal waktu karena kita sendiri yang menyesuaikan dengan schedule dan  memutuskan kapan akan berolah raga. Mau siang atau sore bebas sedangkan kalau di gym terbatas dengan waktu buka dan tutup gym dan kalau ingin ikut kelas, mengikuti jadwal kelas tersebut. 

Minus dari home workout:

1. Making excuse
Karena kita tidak membayar iuran setiap bulan di tempat gym dan tidak ada instruktur maupun jadwal kelas yang mengatur schedule olahraga kita, seringkali banyak alasan yang terkesan dibuat-buat untuk tidak olahraga dulu padahal sempat.

2. Kurang semangat
Well, kalau kamu termasuk orang yang terbiasa mengerjakan apa-apa sendiri, olahraga seorang diri mungkin bukan masalah apalagi jika kamu stick to the schedule. Tapi ada orang yang semangat olahraga jika dilakukan bareng sahabat atau bareng orang segambreng.

3. Limited space
Rumahku nggak ada halaman belakang dan tentunya nggak mungkin aku berolah raga di garasi depan karena selain kotor dan panas, tempatnya juga sempit. Kalau kamu punya rumah yang halamannya luas, boleh, tuh kamu jajal olahraga di tempat terbuka untuk ventilasi udara. Buat yang tinggal di perumahan dengan rumah sepetak kaya aku, ventilasi dan space terbatas sekali.

Sekarang kita bahas plus minus jika olah raga dilakukan di gym ya. Berdasarkan pengalamanku, manfaat yang aku dapatkan adalah:

1. Space
Rumahku nggak besar dan aku nggak punya halaman belakang yang cukup hijau dan bersih jadi olahraga di rumah tidak memungkinkan. Kalaupun sesekali kulakukan, itu di ruang tamu yang sirkulasi udaranya kurang dan sempit. Yang bisa kulakukan pun terbatas, hanya sekadar HIIT Exercise dan basic yoga.
Di tempat gym, aku lebih bebas bergerak karena tempatnya jelas lebih luas.

2. Equipment
Ada banyak alat yang tersedia di sana, contoh paling umumnya adalah treadmill. Banyak alat untuk melatih otot kaki, tangan, dan perut. Selain instrument, tentunya ada plate, barble, rope, dan masih banyak lagi (saking nggak tau nyebutnya apa).  Semua itu bisa dipakai dengan gratis setiap hari selama jam buka gym dengan bayar iuran membership di gym.

3. Instruktur
Aku sendiri tidak pakai personal trainer. Setiap member baru di gym-ku hanya diberikan one day PT yang artinya berlatih bersama personal trainer selama satu hari. Dalam waktu tersebut, kita bisa minta diajarkan pemanasan yang benar, basic training, work out, sampai cooling down agar tidak salah otot.

4. Sauna and hot water
Sauna berguna untuk memperlancar aliran darah. Peredaran darah yang tidak lancar menyebabkan kulit jadi bermasalah. Semenjak rajin olahraga, yang aku rasakan jerawatku membaik, as written on Hallosehat, "Aliran darah yang terhambat juga dapat menyebabkan kulit wajah berjerawat. Penumpukan kulit mati dan minyak yang menyebabkan jerawat dapat terjadi ketika sirkulasi darah anda berjalan tidak lancar."

Kalo minusnya atau hal yang benar-benar jadi pertimbangan buatku adalah:

1. Biaya membership bulanan
I will be frank to you. Kalau aku belum kerja, aku nggak bakalan daftar membership di gym karena olahraga masih bisa diusahakan di rumah, so I will not use my parents' money for that. Tapi kalau kamu merasa uang 300-500 an masih ter-cover dan kamu termasuk orang yang susah komitmen, gym is the best choice!

2. Lokasi
Pastikan lokasi gym dekat dengan rumah atau tempat kerjamu karena itu bakal memudahkan kamu dan menghindari kamu dari procrastination atau making excuse. Jatomi Fitness, tempat gym-ku berlokasi di Mall Tangerang City, tidak jauh dari rumah. Coba bayangkan jika tempat gym jauh dan weekend yang identik dengan leha-leha ingin kamu isi dengan berolah raga, pastinya lebih enak jika gym dekat rumah, kan? Jadi tinggal 'ngesot'.

3. Fasilitas
Sebelum mendaftar, cek dulu ke lokasi kelas-kelas yang tersedia di gym tersebut dan peralatannya. Jika kamu sangat concern dengan kebersihan dan kesehatan, jangan lupa mampir ke toilet dan bilik mandinya. Jangan sampai kamu menginvestasikan uang membership untuk fasilitas yang setengah-setengah. 

My mum is running on treadmill

RPM Class

4. Instruktur
Kalau kamu ingin ikut program, misal penurunan berat badan atau membentuk otot, make sure the instructors are friendly. Hire personal trainer artinya kamu akan ketemu orang yang sama dalam beberapa kali kesempatan. Tentu akan lebih enak kalau orangnya ramah, dan lebih baik lagi nyambung atau klik sama kamu. Aku sendiri tidak pakai personal trainer karena buat aku cari info di internet khususnya Youtube dan bertanya sesekali dengan instructor-nya sudah cukup. Oiya, buat yang newbie nggak usah takut karena di gym ada instructor berpengalaman yang bertugas jaga. 
Step, salah satu alat berjejer rapi di rak


Ada kelas apa aja, sih di gym?
Tiap gym mungkin akan berbeda sedikit satu sama lain. Contohnya ketika aku minggu lalu meet up sama temenku yang baru pulang dari Aussie, dia cerita bahwa di gym-nya ada Tabata sedangkan di Jatomi nggak ada. Di Jatomi ada 3 studio: Mind, Body, and Energy Studio. Dan di ketiga studio tersebut pada jam-jam tertentu ada kelas:
  • Yoga
  • Pilates
  • RPM
  • Hip Hop
  • Body Combat
  • Body Pump
  • Zumba
  • Sh'bam
  • Fit Girl
Yoga Class (aslinya studio tidak sesempit ini namun karena renovasi, ada bagian yang ditutup dengan triplex putih)


Body Studio

Semoga pengalamanku membantu, ya. Jangan kelamaan galau mau membership atau nggak dan kalau kamu punya uang saku lebih, nggak ada salahnya menginvestasikan 300-500 ribuan untuk kesehatan.