Lima Bahasa Kasih

Rosalina Susanti dalam KEBloggingCollab membahas bahwa manusia sejatinya punya empat watak dasar yang terbagi menjadi melankolis, plagmatis, sanguinis, dan koleris. Masing-masing orang punya 2 watak (dominan dan kombinasi-hasil turunan dari orang tua) dan dengan memahami watak orang tersebut, niscaya kita lebih mengerti mengapa si A bertindak seperti ini, mengapa si B berlaku seperti itu. Melalui pemahaman keempat watak, Mbak Rosalina lebih mengenal dan toleran dengan sifat suaminya yang detailed dan ibaratnya punya SOP untuk segala sesuatu.
Sama halnya dengan watak, manusia juga punya bahasa kasih masing-masing. Ada satu buku yang membahas hal ini, judulnya The 5 Love Languages karangan Gary Chapman. Lima bahasa kasih yang biasa dikenal orang adalah gift giving, words of affirmation, physical touch, dan quality time. Mengetahui bahasa kasih sama halnya dengan mengetahui kecenderungan watak seseorang. Hal tersebut membuat kita melihat segala sesuatu dari sudut pandang mereka, bagaimana mereka berpikir, merasakan sesuatu, dan membuat kita lebih memahami orang tersebut. Mengetahui bahasa kasih seseorang membuat kita dapat mengasihi orang sebagaimana orang itu ingin dicintai. Tentu temanmu akan merasa senang mendapat hadiah namun jika love language-nya lebih dominan quality time, tentu dia akan lebih merasa penting dan dihargai jika kamu menyempatkan diri sesekali untuk catch up di coffee shop favorit kalian, bercerita dan mendengarkan cerita, tanpa sibuk sendiri main handphone.

Tidak mengetahui bahasa kasih antar pasangan juga dapat menyebabkan konflik. Hal pertama yang perlu disadari adalah bahwa bahasa kasih tiap orang-sedekat apapun kita dengan orang tersebut dan tidak peduli berapa banyak kemiripan kita dengan pasangan-pastilah berbeda. Mungkin kamu merasa cukup memberikan surprise dan hadiah-hadiah untuk mengungkapkan betapa kamu menyayangi pasanganmu karena kamu merasa disayang dan diperhatikan jika orang memberimu hadiah. Dan karena ada phrase yang bunyinya "Perlakukan orang lain sebagaimana kamu ingin diperlakukan." maka kamu shower pasanganmu dengan bermacam-macam hadiah, padahal... love language-nya adalah physical touch. Dia akan merasa disayang sesimpel jika kamu kiss her/him goodnight, merangkul, dan memeluknya. Mungkin phrase yang lebih tepat adalah "perlakukan orang sebagaimana mereka ingin diperlakukan."

5 love languages ini akuratnya diketahui dari psychological test yang dilakukan oleh psikolog tapi banyak test yang bersileweran di dunia maya mengenai love languages yang bisa diisi gratis di internet, salah satunya  The 5 Love Languages Test . Selain itu, kamu juga bisa membaca The 5 Love Languages karangan Gary Chapman untuk bisa mengerti dan mengasihi tidak hanya pasangan, tapi juga orang tua, teman kerja, dan anak sebagaimana mereka ingin dikasihi.