Belajar Landscape sama Master Ari Amphibia

by - 11:13 PM


Aku baru punya kamera baru, nih gengs (#tsaah), hadiah ulang tahun dari babang tamvan pacar, yaitu Fujifilm X-T20. Kamera udah di tangan, high spec pulak. Aku nggak mau menyia-nyiakan dan berusaha mengoptimalkan gear baru ini sesuai dengan fitur-fiturnya yang jauh lebih lengkap dibanding entry level mirrorless. Jadilah aku cari-cari workshop fotografi gratis untuk belajar fotografi, mau travel, street, genre apapun gak masalah. Aku mau explore dulu sukanya di bidang apa. Kebetulan nggak lama setelah aku punya si baby aka kamera ini, Fujifilm posting workshop landscape bersama Ari Amphibia di Instagram miliknya (@fujifilm_id). Workshop-nya gratis, tinggal daftar aja lewat email. Selang beberapa lama, ada email balasan konfirmasi workshop tersebut. Singkat cerita, aku datang ke Electronic City SCBD, tempat workshop tersebut diadakan Sabtu, 21 April yang lalu.

Pukul 14.00 workshop dimulai. Mas Ari bawain materinya santai dan komunikatif sekali, diselingi dengan pertanyaan berhadiah (aku tak tahu hadiahnya apa, semacam pen gitu). Workshop ini cocok banget sama aku yang newbie dalam per-fotografi-an karena Mas Ari tidak langsung menerangkan mengenai landscape namun juga teknik fotografi dasar. Jujur, waktu pertama datang aku sempat minder karena merasa skill fotografi-ku nol. Aku masih baca-baca dan belajar apa itu shutter speed, aperture, exposure, f2.8, mm lensa, dan hal-hal basic lainnya. Ternyata engga perlu minder, sodara-sodara. Dalam workshop banyak juga yang newbie kaya aku dan Mas Ari nggak geregetan dengan gap skill kami (peserta) dengan beliau yang jam terbangnya udah tinggi.

Nggak perlu lama-lama intro. Mari kita bahas apa yang kudapat dari workshop tanggal 21 April kemarin bersama Master Landscape Ari Amphibia:

1. Kenali gear dari manual book

Buat menghasilkan foto yang bagus, gak perlu kamera mahal-mahal. Pakai yang biasa aja cukup. Lensa kit juga nggak masalah asal kita tahu cara mengoptimalkannya. Paling gampang baca manual book-nya. Jangan males baca. Jangan jadi orang yang setelah beli kamera, kardus plus manual book langsung masuk gudang. Kenali kameramu bisa ngapain aja dari buku ajaib itu.

2. Histogram

Buat menghasilkan komposisi yang pas, pastikan kaki grafik histogram foto yang kamu ambil penuh (menempel ke dasar). Maksudnya adalah seperti ini:


Bisa dilihat meski penuh di tengah, bagian kiri dan kanan grafik tetap ada histogramnya meski sedikit.
Berikut adalah panduan dalam menentukan histogram yang tepat jika sulit menerapkan hal di atas.

Jika histogram cenderung ke kanan maka objek terlalu terang. Begitupun sebaliknya. Jika sunset atau sunrise maka histogram akan ke kiri karena terbentuk shadow. Tujuan menguasai histogram sebelum mengambil gambar adalah untuk menentukan shadow dan highlight.

Gimana, sih cara memunculkan histogram dan pengaturan lainnya seperti Grid dan Exposure Indicator untuk memandu kita dalam mengambil gambar?
Pada kamera Fujifilm X-series, pilih Set Up-Screen Set Up-Disp. Custom Setting-centang semua pilihan yang ada.

3. Install SkySafari

Seperti kalian ketahui, aplikasi ini memandu kalian sebelum bepergian hunting foto. Aplikasi ini menunjukkan posisi bintang, bulan, kondisi air laut, dan sebagainya.

4. EDFAT

EDFAT adalah singkatan dari Entire, Details, Frame, Angles, dan Time. Untuk penjelasan lengkap mengenai EDFAT bisa kamu temukan di situs ini: https://digital-photography-school.com/edfat-the-art-of-seeing/
Mas Ari kasih tips setiap mau moto, amatin dulu baik-baik dan coba potret dari berbagai macam sisi. Beliau sendiri selalu mengambil 2 angles setiap moto: landscape dan potrait.

5. Shoot in manual mode

Buat orang yang sukanya cepat dan gampang, aku selalu setting Automatic di kamera. Tapi ternyata Mas Ari nggak sependapat, nih. Katanya kalau mau mahir dan kenal sama gear alias kamera kita, selalu pakai mode manual. Selain bisa diatur nuansa fotonya mau kaya apa, mode manual memungkinkan kamu untuk edit foto di camera. LAH MANG BISA? Inilah satu pelajaran berharga dari Mas Ari Sabtu kemarin.

6. Edit foto di kamera

Buat pakai fitur ini, tipe filenya harus Raw, ya. Pada tombol Q (no 3) di kamera, pilih Image Quality-Raw.


Foto di atas butek banget ya? Bakal banyak, loh momen penting yang terlewat kalo kita nggak buru-buru capture dan sibuk utak-atik setting-an kamera dulu. Nah, aku nggak perlu khawatir hal itu terjadi. Mau jeprat-jepret santai aja karena kalau hasilnya belum memuaskan tinggal masuk ke galeri (1) untuk display foto yang mau diedit, tekan menu ok (2)-playback menu-raw conversion-push/pull processing.

Buat foto di bawah aku atur di +2 1/3 EV. Jadilah seperti gambar di bawah:

Semua bisa dilakukan dalam kamera, gak perlu dipindahkan ke handphone atau laptop kemudian diedit pakai macam-macam software. Selain push/pull processing, kita juga bisa meng-edit film simulation, grain effect, white balance, shadow, highlight, color, sharpness, noise reduction, dan lain-lain.

7. Foreground-Background

Biasa disebut juga Rule of third. Mas Ari dengan simpelnya ngajarin, kalian mau cerita apa? Kalau mau cerita langit beserta awannya, maka dalam kotak 3x3 tersebut, langit menempati wilayah kotak lebih banyak. Begitupun sebaliknya.

Yak, hal-hal tersebut bisa mulai kamu aplikasikan, ya. Yuk mulai mengoptimalkan kamera kita untuk nggak cuma dipakai selfie atau ambil gambar  dan posting seenaknya.

You May Also Like

1 comments

  1. Please let me know if you're looking for a writer for your blog.
    You have some really great posts and I think I would be a good
    asset. If you ever want to take some of the load off, I'd really like to write some content for your blog in exchange for a link back to mine.
    Please shoot me an email if interested. Many thanks!

    BalasHapus

Hi, thank you for sending your thought on this post. I will get back and reach you as soon as possible

Regards,
Nia