Menyokong Keluarga dari Rumah

Di blog KEB, Nurul Fitri menulis tentang peran perempuan sebagai pengatur keuangan keluarga. Di postingan tanggapan ini, aku mau berbagi apa saja yang aku lakukan dalam mengelola gaji. Aku belum menikah jadi belum merasakan bagaimana mengatur keuangan keluarga. He he he. Tapi karena aku sudah punya gaji sendiri dan bantu bayar beberapa tagihan, aku mulai belajar mengatur keuangan dan mengelola uang supaya dapat income pasif.

Bayar tagihan sehabis gajian

Tagihan itu kan sesuatu yang wajib dan nggak bias dihindari. Beda halnya sama makan di restoran favorit atau nonton bioskop yang masih bisa di-skip. Aku selalu bayar tagihan waktu gaji masih utuh supaya tenang di akhir bulan.

Alokasikan uang untuk sesuatu yang penting namun tidak wajib

Bingung, nggak sama kalimat di atas? Kalau aku, contohnya adalah kasih uang saku buat adikku atau belikan dia stok makanan untuk sebulan. Adikku, kan anak kos. Kebayang, deh aku ngiritnya kaya apa. Secara aku pernah jadi anak kos juga. Adikku nggak ngekos aja iriiiit banget apalagi ngekos.

Nabung

Walaupun investasi saham dan reksadana terlihat menggiurkan, aku sebisa mungkin mengalokasikan dana untuk ditabung atau deposito dalam jumlah tertentu. Aku teringat ucapan salah satu teman kantorku, "Tabung dulu baru sisanya dipakai, jangan terbalik, ada sisa baru ditabung. Kalau seperti itu, pasti nggak bisa-bisa nabung."

Jadi entrepreneur

Jangan langsung memikirkan modal besar jika mendengar kata di atas. Bahasa yang lebih sederhana: jualan kecil-kecilan. How?

1. Ada sedikit space di garasi atau taman? Buat aja tenant kecil untuk jualan makanan atau minuman. Berjualan sesuai dengan kondisi pasar. Es milo kepal lagi hits? Jual. Nanti kalau sudah tidak booming lagi, ganti dengan produk lain yang sedang hits. Keuntungan jualan di rumah adalah tidak perlu sewa tempat atau ruko. Selain itu, bisa sambil jaga anak karena tetap di rumah.

2. Go-Food atau Grab Food
Jualan online aja, Bu ibuk. Jujur aku belum pernah jualan di via aplikasi seperti itu tapi ku mendengar bahwa pendaftarannya sangat mudah. Pasti harus mark up harga, tapi kalau secara marketing oke karena orang-orang jadi bisa tahu mengenai produk kita di aplikasi, kenapa tidak dicoba?

Reksadana

Bu ibuk, beda reksadana dengan saham adalah saham dikontrol sepenuhnya atas kita, sedangkan reksadana uang dikelola oleh manajer investasi. Ulasan lebih lengkapnya bisa dilihat disini. Risiko reksadana lebih kecil namun profilnya juga lebih kecil dibanding saham. Aku sendiri punya instrumen investasi reksadana yang kubeli dari bank CIMB. Memang profitnya tidak banyak karena dana yang kuikutkan hanya sebesar Rp 500.000 per bulan. Tapi ngga apa-apa deh disesuaikan dulu sama kemampuan. Tips penting juga, nih gengs: Disesuaikan dengan kemampuan. Jangan sampai kena demam investasi terus alokasikan dana berlebih sampai nggak punya spare untuk kebutuhan mendesak.

Saham

Terakhir, kalau sudah jago di reksadana dan mau memberanikan diri main saham, bisa belajar dari install aplikasi untuk demo main saham. Dari sana, kita akan belajar kapan harus menjual, kapan harus membeli tanpa risiko apapun karena belum pakai uang beneran. Aku pun masih gali informasi dari blog ini.

Pakai aplikasi untuk pantau pengeluaran

Aku pakai Money Lover karena ku cinta uang eh, engga deng, karena app-nya gratis dan mudah dipakai untuk track income dan spending-ku. Kamu bisa cari di Playstore maupun App Store.

Per hari jadi tahu pengeluaran berapa

Ada daily average spending dan display diagram
Yap, itu adalah hal-hal di atas yang kulakukan untuk berhemat, sadar dengan pengeluaran per hari bukan pe bulan lagi, dan juga cara-cara yang kulakukan agar bisa melipatgandakan income tanpa harus melepas pekerjaan utama. Cara-cara di atas juga bisa dilakukan para ibu rumah tangga dari rumah, kan? Kalau kamu punya cara-cara lain bagaimana berhemat dan cari penghasilan tambahan, share, yuk di kolom komentar.