Solusi Buat Si Kutu Buku


Suka bete nggak kalau nunggu teman ngaret pas janjian atau duduk lama di kereta? Yang sering kita lakukan biasanya adalah main hp, entah untuk main games atau buka social media. Bosan dengan rutinitas seperti itu? Kepikiran untuk baca buku namun malas bawa kemana-mana? Mau baca e-book dalam format PDF tapi kok tulisannya kecil-kecil amat? Bisa sakit mata, deh lama-lama.

Buat sebagian orang yang belum kenalan sama Kindle, kenalin Kindle adalah gadget atau aplikasi yang memungkinkan kamu baca buku non-fisik dengan font yang eye-friendly dan layarnya tidak bikin sakit mata karena pakai e-ink. 2 jenis Kindle:

  • Gadget
Kindle yang banyak orang kenal ada dalam bentuk gadget yang bisa dibeli di e-commerce dengan rata-rata harga 2 juta rupiah. Keuntungannya adalah Kindle dalam bentuk gadget ini menggunakan e-ink dan hanya dikhususkan untuk membaca jadi kamu nggak bakal terdistraksi untuk buka social media atau terganggu dengan notifications yang masuk di HP.

  • Aplikasi
Kindle dalam bentu aplikasi bisa di-download di Playstore dan Apple Store. Keuntungannya adalah tidak makan tempat di tas dan nggak ribet kalau mau dibawa kemana-mana karena jadi satu dengan HP. Jaman sekarang nggak mungkin, dong orang nggak bawa HP? Kekurangannya adalah tidak pakai e-ink (lebih lanjutnya dijelaskan di bawah, so please scroll to know more ;p)
Aplikasi Kindle terletak di kiri atas

Harga

Aku membandingkan harga di situs Amazon karena aku selalu beli e-book di sana. Pembayarannya bisa dilakukan pakai kartu kredit. Buku Milk and Honey yang kubeli dari Amazon memberi keuntungan harga lebih murah dan pengiriman real time (langsung bisa dibaca di aplikasi). Bisa dilihat sendiri di bawah kalau kamu mau beli hard copy dari buku ini, kamu harus mengeluarkan uang sejumlah $8.99 ditambah biaya kirim ke Indonesia (Amazon menggratiskan pengiriman dengan minimal transaksi $25) dan Kindle edition-nya seharga $7.99. Mau beli di offline store di Indonesia juga lebih murah. Dari beberapa toko buku yang biasa menjual buku impor di Indonesia, aku cari harga buku ini berkisar Rp 198.000-202.000 sedangkan jika di-convert ke rupiah, uang yang dikeluarkan untuk membeli Kindle edition hanya sekitar Rp 112.000. Lumayan, berhemat, kan? Untuk beberapa buku, seperti karya kedua Rupi Kaur yang berjudul The Sun and Her Flowers, harganya bisa lebih murah dua kali lipatnya. Coba cek, deh di Amazon, Kindle edition dijual hanya dengan harga $7.81. Wow, best saving banget, kan? Selain lebih murah, hemat waktu juga karena nggak perlu pergi ke bookstore atau nunggu paket buku dari Amazon. Setelah selesaikan pembayaran, nggak sampai 5 menit buku sudah bisa dibaca di aplikasi Kindle.


Space 


Tasku biasa berisi handphone, dompet, payung, sunscreen, parfum, charger HP, hand sanitizer, dan jepitan kecil serta ikat rambut. Aku yakin isi tas cewek pada umumnya pasti nggak jauh beda dengan itu. Duluuuu, sih diisi sama buku fisik tapi makan tempat, ya seperti foto di atas? Berat.

Reduce eye fatigue

'Melototin' layar HP, streaming film, atau pun main games memang lama kelamaan bikin mata jadi lelah dan kepala pusing. Kindle berbeda dari gadget pada umumnya karena memakai e-ink (electronic ink) yang kontrasnya tidak berubah sehingga mata nggak harus menyesuaikan (one of the reasons why it does not cause eye fatigue). Detail mengenai dampaknya dari sisi kesehatan bisa dibaca disini.

Pilihan font-nya memang dikhususkan untuk membaca (pic: screenshot dari buku Grit karangan Angela Duckworth)
Progres buku yang dibaca bisa dilihat di bawah. Aku baru menyelesaikan 2% dari total halaman buku Grit.

Paperless

Berdasarkan situs Green Press Initiative, 30 juta pohon ditebang untuk digunakan sebagai bahan baku pembuatan kertas buku yang dijual di USA. Kalau makin banyak orang beralih menggunakan Kindle, kebayang, kan berapa banyak kertas yang bisa dihemat?

Jadi masih mau baca hardcopy atau mau beralih ke Kindle?