Ternyata Begini Rasanya Brazilian Wax di Salon Asal Singapore

Kemarin aku kepikiran untuk brazilian wax setelah sekian lama vakum. Terdorong rasa penasaran juga sama Pink Parlour di Pacific Place (yang sekarang namanya sudah ganti menjadi Bare Skin) karena baca review beauty blogger yang cerita kalau brazilian wax di salon asal Singapore ini nggak sakit sama sekali. Waktu aku coba??? beuh, sama aja, sakit-sakit juga.

Jadi, dua hari lalu, aku kontak via WA cabang Pacific Place (terdekat dari kantor) untuk bikin reservasi. Dapat jadwal keesokkan harinya pukul 6.15. Yaudah deh, abis kerja aku meluncur ke sana.

Walaupun dari depan tempatnya jadi lebih minimalis, dekorasi pink masih menghiasi tempat waxing yang satu ini. Bare Skin sendiri terletak di lobby Mall Pacific Place, sebelah Shihlin. Tempatnya sepi (aku nggak ngerti kenapa mbaknya bilang full sampai malam waktu aku minta re-schedule sebelumnya). Tidak terlihat satu pun pengunjung sampai aku selesai wax.


Sebelum wax dimulai, aku disuruh membersihkan badan dulu ke kamar mandi. Di sana disediakan sabun khusus daerah kewanitaan. Tapi karena jauh sebelumnya aku pernah konsultasi ke dokter kulit dan kelamin, aku diberitahu bahwa penggunaan sabun kewanitaan tidak baik untuk organ intim karena pH-nya tidak sesuai (sabun pH basa sedangkan daerah vagina pH asam). Sabun hanya akan membunuh bakteri baik di organ intim. Jadi aku hanya membasuh dengan air hangat.

Balik lagi ke ruangan, proses waxing yang mendebarkan dimulai. Jujur, aku awalnya merasa lebih tenang karena membaca review dari seorang beauty blogger yang mengatakan bahwa prosesnya tidak terasa sakit sama sekali. To be fair, sakit itu subjektif dan kalo aku baca dari faq Pink Parlour Indonesia, rasa sakit tergantung keahlian terapis juga.

Ada concern lain yang aku rasakan. Waxing ini pakai hard wax dari lilin. Aku nggak baca sama sekali sebelumnya plus-minusnya jika dibandingkan dengan wax dengan karamel. To trust my gut, aku lebih memilih karamel karena aku merasa karamel lebih aman. Prinsip aku, untuk dimakan aja aman, apalagi untuk bagian tubuh luar. Anyway, terlepas dari itu hard wax tetap terasa panas dan sakit. Ketika dicabut, sedikiiit lebih ngga sakit dibandingkan wax biasa, lebih tebal diolesinnya tapi yaaa... sakit-sakit juga, Mbok.

Proses waxing di Bare Skin juga memakan waktu lebih lama, kurang lebih 45 menit, lah. Yang paling bikin meringis, harganya mahal banget menurut aku. Satu kali waxing dibandrol dengan harga Rp389.000. Kalau beli langsung 4 paket, didiskon 50% jadi cuma bayar 2 kali paket. Aku sebenernya nggak masalah bayar sebesar itu.... asal sesuai review yang aku baca, no pain. Kalau sama-sama juga, aku lebih milih wax di Waxhaus yang harganya Rp150.000 aja.

Setelah waxing, ada beberapa pantangan, yaitu nggak boleh mandi air panas, berenang, spa, dan sauna selama 24 jam. Sama seperti tempat waxing lainnya, selain brazilian kamu juga bisa wax lengan, kaki, ketiak, alis dan bisa juga buat para cowok.