Astrophotography Bersama Guru-nya Sony

Awal September lalu, tepatnya tanggal 7-9 saya mengikuti kelas atrophotography yang diselenggarakan Sony Indonesia bekerja sama dengan Focus Nusantara. Diselenggarakan di Sawarna, Banten, saya dan peserta lainnya (yang kebanyakan penggemar fotografi yang sudah senior) diajak untuk memotret milky way, dan beberapa destinasi lainnya seperti Karang Taraje, Tanjung Layar, dan Ratu Boko. 

Sebagian besar peserta yang mengikuti acara ini tentunya adalah pengguna kamera Sony dan hanya tiga orang termasuk saya yang membidik dengan kamera merek lain. Saya sudah lumayan akrab dengan kamera Fuji XT20 yang saya miliki sejak April lalu. Pengajar alias guru dalam acara ini adalah Paman Harlim yang didapuk Sony sebagai Sony Alpha Guru. Om Harlim-begitu saya memanggilnya menjelaskan seluk-beluk astrophotography dengan begitu gamblang dan mudah dimengerti, bahkan oleh orang yang baru tertarik dan baru 'ngoprek' kamera baru-baru ini. Beliau juga mau mengulik kamera lain agar saya dan yang lainnya yang tidak memakai Sony juga bisa maksimal belajarnya.

Setiap hunting, tiap peserta ditemani porter yang membantu kita untuk bawa tripod dan tas setiap kita motret dan ingin pindah spot.
Om Harlim (paling kanan)
 Tips foto dari Om Harlim:
1. Objek utama suatu destinasi harus kelihatan di foto (identitas)


Destinasi utama di Tanjung Layar adalah karang besar yang ada di sebelah kiri foto di atas sehingga objek tersebut harus masuk dalam foto.
2. Pakai grid view (lihat caranya disini untuk kamera Fuji) supaya ada garis horizon lurus yang membantu kita agar objek yang kita ambil nggak miring-miring. Mata kita terbiasa untuk melihat objek lurus jadi seindah apapun hasil foto, kalau miring jadi tidak enak dipandang.
3. Amati sekeliling sebelum bidik
Fotografer sekaliber Om Harlim tidak langsung angkat kamera lalu mengambil membidik. Kata beliau, coba amati sekeliling sudut mana yang mengesankan, bandingkan potrait dan landscape untuk hasil yang lebih bagus.